Marques Rajanya flag to flag

Marc marques,the king of flag to flag

Hai polers… Sebelum membahas si baby alien yang beberapa tahun ini menjadi raja dari race yang flag to flag ada baiknya mbah mbrebet mengingat tentang sejarah dan apa itu flag to flag

Pada tahun 2005 dimulai peraturan baru untuk motogp  yaitu flag to flag.Yang sebelumnya jika sebuah race di mulai dari kondisi kering tiba tiba saat race berjalan turun hujan dan kondisi lintasan menjadi basah atau wet race maka pembalap terdepan mengangkat tangan lalu para ofisial mengibarkan bendera merah untuk menghentikan balapan dan lomba akan dimulai ulang dengan ban yang menyesuaikan kondisi terkini. Juga urutan pembalap disesuaikan dengan posisi terakhir sebelum race dihentikan atau disebut juga system restart race.Valentino rossi adalah satu satunya pembalap yang berada di grid motogp 2017 yang pernah merasakan race dengan system ini atau dengan akumulasi waktu. Tapi sekarang jika hujan turun saat race maka tidak ada lagi bendera merah,Para pembalap langsung menuju pit untuk mengganti ban sesuai pengamatan pembalap atau keputusan team di padock.Pembalap dan tim yang paling cepat dan cerdas dalam menganalisa perubahan cuaca dan kondisi aspallah yang akan memenangkan balapan.Ini dibuktikan dengan juaranya marc marques di seri brno 2017.Dan Rossi pun mengakui bahwa race flag to flag bukan poin terkuatnya.Lihat perbandingan antara Rossi dan Marques  saat bike swap

Beda bukan,dan berapa detik waktu Rossi terbuang pada saat bike swap.Seperti juga di F1 waktu di pit sangatlah menentukan

Lalu kenapa marc marques yang mbah sebut sebagai raja race flag to flag padahal Jorge Lorenzo pun pernah memenanginya ?

Ya dalam 5 tahun karirnya di MOTOGP,Marc sudah memenangi 5 seri race yang berlangsung flag to flag dari 6 seri yaitu Assen 2014, Misano 2015 ,Argentina dan Sachsenring 2016 dan terakhir brno 2017.Semestinya marc dapat memenangi race flag to flag pada race Philip Island 2013 tapi terkena black flag akibat lambat masuk pit stop.Dan sejak balap itu telah membuat perbedaan pada team yang di kepalai Santi Hernandez itu.

Tapi OOT ya bro.. Race flag to flag yang paling tak terlupakan buat mbah adalah race misano 2015.Pada race ini mbah dibuat kedjang kedjang,bukan karena tidak menyangka marc marques yang bakal menjuarai race walau sempat tercecer dibelakang.Tapi drama yang terjadi di race,perebutan poin untuk kejuaraan antara Valentino Rossi dengan Jorge Lorenzo adalah pemicunya.Dimana Rossi memulai pra race misano dengan perang urat syaraf yaitu membuat helm berdesain ikan nemo dikejar hiu.Ulah valentine rossi yang terlalu memaksa untuk tidak masuk pit secepatnya,entah mungkin itu bagian strategi untuk memancing JL99 mengikutinya(sesuai dengan desain helm)dan yang berakhir dengan dnfnya JL,karena terjatuh setelah ganti motor.Nah disinilah dimulainya perang dingin antara mereka berdua musim itu,dan dibalas JL dengan selebrasi gaya sharknya terkenalnya.

JL99 SHARK

Bek to de topik,lalu apa factor yang menyebabkan marc sukses dengan sistem race flag to flag?Menurut opini mbah factor Marc dapat dominan diseri yang berlangsung flag to flag adalah

1)Marc memiliki team yang berbeda dalam menyikapi situasi race yang cepat berubah,mereka lebih siap dan kompak atau saling percaya.

2)Marc sendiri punya kecerdasan diatas rata rata pembalap segenerasinya dalam menganalisa dan memutuskan,bahkan gosipnya pada race brno sendiri Marc sudah dari awal memutuskan untuk memakai ban slick sebelum race dimulai.Pemakain ban basah hanya untuk menyembunyikan strategi.Ini sesuai dengan opini Valentini Rossi seusai race yang mengungkapkan bahwa Marc marques adalah pembalap yang licik.Begitu juga dengan Carl Curtchlow yang merasa tertipu.

3) Ini benar benar opini pribadi,Marc punya tubuh yang tak terlalu tinggi sehingga pada saat pergantian motor Marc biss loncat,termasuk Jorge Lorenzo dan Andrea Inone.Tapi Marqueslah the king of bike swap.Berbeda jika pembalap mempunyai postur yang agak tinggi seperti Valentino Rossi atau Danilo Petrucci yang bila berganti motor harus turun dulu.

Tapi mbah berharaplah race yang berjalan flag to flag tak begitu banyak di setiap musimnya,kalo bisa tidak ada  biar kemenangan itu hanya ditentukan pembalap dan motor di sirkuit.

Just my opinion… salam.

(Dari berbagai sumber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *